Category Archives: Sport

Artikel Bulu Tangkis, Sejarah, Peralatan, Teknik, dan Pukulannya

Artikel Bulu Tangkis – Artikel bulu tangkis membantu anda dalam mengenal olahraga bulu tangkis atau badminton secara lebih dekat. Bulu tangkis itu sendiri merupakan jenis olahraga yang dimainkan oleh dua orang dalam versi permainan tunggal atau dua pasangan dalam versi permainan ganda.

Dimana para pemainnya saling berlawanan. Sekilas, jenis olahraga yang satu ini mirip dengan olahraga tenis. Dalam olahraga bulu tangkis ini terdapat lima partai yang biasa dimainkan. Sebut saja bulu tangkis ganda putra, ganda putri, tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran.

Artikel Bulu Tangkis

Artikel Bulu Tangkis

Olahraga bulu tangkis dimainkan dengan cara memukul bola permainan yang dinamakan kok atau shuttlecock dengan menggunakan raket.

Pukulan harusnya bisa melewati jaring atau net supaya jatuh di bidang permainan lawan. Pemain pun harus berusaha cegah lawan untuk melakukan hal yang sama.

Perlu untuk anda ketahui, perubahan bulu tangkis di Indonesia tak bisa dipisahkan dengan perubahan bangsa. Perubahan bulu tangkis ini berawal dari sebelum revolusi fisik, pergerakan kemerdekaan, sampai dengan kini pada periode pembangunan orde baru.

Seperti yang kita semua ketahui, bulu tangkis juga dikenal dengan nama badminton. Penamaan badminton itu sendiri diambil dari nama sebuah gedung, yakni Badminton House yang ada di Glodiucester Inggris.

Pada kesempatan kali ini, kami akan bagikan ulasan lengkap mengenai artikel bulu tangkis. Hal ini tak terkecuali dengan sejarah, peralatan, teknik permainan, dan masih banyak lainnya.

Sejarah Bulu Tangkis

Artikel Bulu Tangkis,

Olahraga bulu tangkis diperkirakan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun yang lalu. Meski begitu, ada juga yang berpendapat bahwa olahraga ini berkembang di India dan Cina.

Pendahulu bulu tangkis ini pun diperkirakan berawal dari permainan Tionghoa, yakni Jianzi. Permainan ini melibatkan kok namun tanpa raket. Raket digantikan dengan kaki dan dimainkan agar kok tak menyentuh tanah tanpa menggunakan tangan.

Di zaman pertengahan, di Inggris mengenalkan permainan Battledores dan Shuttlecocks. Permainan ini menggunakan dayung atau tongkat (Battledores) dan berupaya menjaga kok agar tetap di udara.

Kemudian penduduk Inggris mengenalkan permainan ini ke Cina, Jepang, dan Siam (sekarang dinamakan Thailand) saat melakukan kolonisasi Asia.

Olahraga bulu tangkis yang dimainkan secara kompetitif pertama kali diciptakan pada abad ke-19 oleh petugas Tentara Britania yang berada di Pune, India.

Kala itu, mereka menambahkan net. Pada masa itu, permainan bulu tangkis dinamakan Poona karena Kota Pune sebelumnya memang dikenal dengan nama Poona. Di tahun 1850-an, mereka membawa permainan tersebut kembali ke Inggris.

Pada tahun 1860, olahraga ini dinamakan dengan badminton. Perlu diketahui, organisasi bulu tangkis dunia dinamakan dengan Badminton World Federation (BWF), sementara organisasi bulu tangkis di Indonesia bernama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Dimana jumlah perkumpulan yang telah menjadi anggota PBSI diperkirakan mencapai 2.000 perkumpulan.

Peralatan Bulu Tangkis

Artikel Bulu Tangkis,

Supaya olahraga bulu tangkis bisa dimainkan sesuai dengan aturan yang tepat, ada beberapa peralatan yang perlu anda siapkan. Sebut saja raket, kok, net, dan lapangan. Raket adalah alat pemukul yang memiliki berat kurang dari 150 gram.

Raket ini bisa dibuat dari material kayu, aluminium, fiberglass, ataupun arang. Untuk kok atau yang juga dikenal dengan shuttlecock terdiri dari kepala dan bulu kepala.

Bahan yang digunakan untuk membuat kok ialah gabus dengan bentuk setengah bulatan dan dilapisi kulit.

Pada bagian gabus kok ditancapkan bulu unggas sebanyak 14 sampai 16 helai. Garis tengah gabus berukuran 25–28 mm, sementara garis tengah di ujung atas berukuran 54–56 mm.

Bulu unggas tersebut diikat dengan benang. Adapun ketinggian bulu dari permukaan gabus sampai dengan permukaan atas ialah 64–74 mm. Pada umumnya, kok memiliki berat 4,73–5,50 gram.

Untuk net itu sendiri ialah berupa jaring dipasang di bagian tengah lapangan. Pemasangan net ini memiliki ketinggian 1,524 meter. Net dibuat dengan tali halus yang warnanya hijau tua.

Sementara tiang net terbuat dari bahan yang kuat. Tiang net berbentuk bulat dengan jari tengah 3,8 cm. Tiang net bulu tangkis ini dipasang di luar garis samping.

Lain halnya untuk lapangan. Lapangan bulu tangkis dibuat dengan ukuran panjang 13,40 meter untuk partai tunggal dan ganda.

Sementara untuk lebarnya, 6,10 meter digunakan dalam permainan olahraga bulu tangkis partai ganda dan 5,18 meter digunakan dalam bulu tangkis partai tunggal. Garis lapangan bulu tangkis memiliki warna yang jelas sehingga mudah dilihat.

Teknik Permainan Bulu Tangkis

Artikel bulu tangkis selanjutnya ialah perihal teknik dasarnya. Dalam teknik dasar olahraga bulu tangkis ini, anda akan dihadapkan dengan teknik memegang raket (grip).

Ada tiga cara yang perlu anda ketahui dalam memegang raket, yakni forehand grip, backhand grip, dan american grip. Forehand grip bisa dilakukan dengan mendirikan raket yang sisinya tegak dengan lantai. Sekilas, pegangan ini mirip dengan tangan yang sedang bersalaman.

Sementara backhand grip adalah pegangan yang bisa dilakukan dengan memutar seperempat ke kanan dari teknik forehand grip. Lain halnya dengan american grip.

Dalam teknik dasar ini, tangan memegang raket pada bagian ujung tangkai atau handle. Sekilas, pegangan ini mirip seperti sedang memegang pukul kasur. Ibu jari dan jari telunjuk anda akan menempel pada tangkai.

Jenis Pukulan Bulu Tangkis

Dalam olahraga bulu tangkis, anda akan mengenal berbagai jenis pukulan. Adapun salah satu jenis pukulan tersebut ialah servis. Pukulan servis adalah jenis pukulan kok pertama di awal permainan. Servis dianggap sebagai pukulan untuk mendapatkan nilai.

Maka dari itu, apabila akan melakukan servis, pastikan anda memahami tipe permainan lawan.

Jika lawan memiliki tipe permainan keras, ada baiknya anda tak melakukan servis tinggi. Pemain bulu tangkis yang baik harus bisa menguasai beragam jenis pukulan servis.

Ada juga pukulan drive, dimana adalah jenis pukulan dengan cara menerbangkan kok secara mendatar.

Jika dilihat berdasarkan kegunaan dan arahnya, pukulan ini terdiri dari pukulan drive panjang, pukulan drive setengah lapangan, dan pukulan drive pendek. Selanjutnya, pukulan smash. Smash adalah jenis pukulan keras dan kok dijatuhkan di bidang permainan lawan.

Adapun cara melakukan smash ialah dengan sikap awalan berdiri berposisi kangkang selebar bahu. Kemudian tangan kanan memegang raket yang diposisikan di atas kepala bagian belakang.

Kok yang melambung dari lawan langsung dipukul secepatnya dengan cara mengayunkan raket ke depan bagian bawah bidang permainan lawan. Dengan cara ini, lawan akan kesulitan dalam mengembalikan pukulan. Anda pun akan mendapatkan nilai.

Tak hanya itu saja, dalam artikel bulu tangkis ini, anda juga akan mengenal pukulan dropshot dan lob. Pukulan dropshot ialah jenis pukulan kok yang diarahkan ke bidang permainan lawan yang berdekatan dengan net.

Pukulan dropshot bisa dilakukan dari atas kepala maupun dari bawah. Sementara lob adalah jenis pukulan menerbangkan kok setinggi mungkin dan diarahkan jauh ke belakang garis lapangan.

Saat anda melakukan pukulan lob, anda bisa menggunakan cara overhead lob ataupun underhand lob.

Mengenal Teknik dan Berbagai Macam Gaya Olahraga Lempar Lembing

Lempar Lembing diartikan sebagai suatu aktivitas seseorang melempar sebuah benda yang dinamakan lembing. Lembing adalah sebuah tongkat panjang yang memiliki ujung runcing, bisa juga disebut tombak.

Akan tetapi, dalam hal olahraga, lempar lembing yaitu sebagai salah satu nomor atletik melempar, yang mana para atlet mempertunjukkan keahlianya di dalam melempar sebuah lembing.

Dengan menggunakan gaya serta teknik tertentu dengan mengikuti berbagai macam peraturan. Itu untuk mendapatkan jarak lempar yang paling jauh.

Olahraga lempar lembing ini jika bisa melempar lembing sejauh mungkin, maka orang tersebut bisa mendapat skor terbanyak. Agar dapat memperoleh pelemparan lambung yang jauh, sebaiknya orang yang memainkan harus menguasai teknik dasarnya.

Tentu hal tersebut sangat butuh untuk dipelajari . Selain itu juga memerlukan waktu untuk mengingat gerakan pada olahraga ini.

Gaya Lempar Lembing

 

lempar lembing

Terdapat 3 gaya memegang lembing yang termasuk dari gaya lempar lembing, diantaranya:

  1. Gaya Lempar Lembing Amerika

Gaya ini asalnya dari Amerika, yang mana gaya ini diperkenalkan oleh atlet lempar lembing yang asalnya dari Amerika. Akan tetapi, selanjutnya gaya ini diadaptasi di seluruh dunia.

Dalam gaya ini, posisi jari pada saat memegang lembing yaitu dengan jari telunjuk. Sedangkan ibu jari menggenggam pegangan lembing di batas tali bagian belakang.

Lalu untuk 3 jari yang lainnya menggenggam pegangan, akan tetapi tidak terlalu kuat atau renggang. Fungsinya yaitu sebagai penjaga keseimbangan lembing pada saat dibawa berlari ketika awalan.

2. Gaya Lempar Lembing Finlandia

Untuk gaya lempar lembing Finlandiapun  ini juga diperkenalkan oleh atlet lempar lembing yang asalnya dari Finlandia.

Memang ada kemiripannya dengan gaya Amerika, pada gaya Finlandia ini, ibu jari serta jari tengah tugasnya yaitu menggenggam pegangan lembing yang paling belakang.

Kemudian untuk jari telunjuk lurus menahan lembing, lalu yang lainnya  hanya menggenggam longgar pegangan lembing bagian depan.

Gaya ini memang dikenal lebih mudah diterapkan oleh pemula. Sebab, keseimbangan lembing ini dijaga oleh jari telunjuk pada saat posisi lurus.

Kemudian untuk jari manis serta jari kelingking ada pada posisi menggenggam longgar.

3. Gaya Lempar Lembing Penjepit / Tang

Untuk gaya tang ini juga kerap diterapkan oleh atlet untuk memegang lembing. Posisi tangan menggunakan gaya ini yaitu jari telunjuk serta jari tengah menjepit pegangan yang berada paling belakang lembing.

Kemudian untuk jari jempol, jari manis serta telunjuk menggenggam longgar lembing yang ada di bagian pegangan sisanya. Gaya ini cocok diterapkan pada pemain pemula.

Gaya Awalan Hingga Melempar

lempar lembing

Tak hanya gaya dalam memegang lembing, terdapat gaya yang digunakan untuk memulai awalan sampai dengan melakukan lemparan.

Gaya tersebut berfokus pada langkah kaki yang memiliki dua jenis,diantaranya yaitu:

1. Hop Step / Gaya Berjingkat

Teknik gaya berjingkat ini dimulai dengan melangkahkan kaki dengan cara berjingkat dari kecepatan sedang sampai dengan kecepatan tinggi.

Gaya tersebut juga disertai dengan gaya memegang lembing cara Finlandia serta gaya penjepit.

Jadi, posisi lembing berada di atas bahu, baik itu dibawa sejajar dengan bahu ketika awalan atau berada pada posisi maupun posisi lurus ke depan.

Gaya ini biasa diterapkan untuk menciptakan gaya dorong yang ada di seluruh bagian tubuh pada arah depan  dan berpusat pada lengan pembawa lembing.

Dan ketika melempar, karena begitu kuatnya daya dorong yang berasal dari tubuh, maka akan melompat dan jatuh kedepan sesudah lembing terlempar.

Secara teori, gaya ini pada umumnya akan menghasilkan lemparan ke arah tengah lapangan. Mungkin juga lurus dengan posisi pelempar.

2. Cross Step / Gaya Menyilang

Gaya menyilang atau yang disebut dengan cross step ini biasa terlihat pada saat atlet sebelum melempar sampai pada 2-3 langkah terakhir.

Silangan kaki juga diperoleh dari putaran badan ketika akan melempar sampai mulai melempar. Sebab, badan berputar dari arah kanan ke kiri, begitu juga dengan posisi kaki yang terlihat menyilang.

Pada umumnya gaya ini disandingkan bersanding dengan gaya memegang lembing Amerika.

Yang mana gayanya cenderung mengarahkan ujung tombak ke arah atas yang memiliki sudut 45 derajat. Biasanya menggunakan awalan lari biasa yang memiliki kecepatan sedang menuju kecepatan tinggi.

Kaki dan badan disilangakan bersamaan dengan lengan yang melempar juga akan menghasilkan daya lempar yang kuat. Yang mana arahnya lebih cenderung menyamping dan juga tidak begitu ketengah.

Lain halnya dengan gaya hop step, untuk gaya cross step ini tubuh atlet tidak akan jatuh ke depan seperti saat melemparkan lembing.

Jika tubuh jatuh, maka tubuh biasanya jatuh ke samping mengikuti arah putaran tubuh serta mengikuti arah silangan kaki.

Teknik Dasar Lempar Lembing

lempar lembing

Untuk teknik lempar lembing, pada umumnya bisa dibagi menjadi 3, antara lain yaitu:

1. Cara Memegang Lembing

Terdapat tiga gaya dalam memegang lembing, diantaranya gaya Amerika, Finlandia, serta gaya tang. Pemain akan memilih salah satu dari gaya ini. Sesudah itu, selanjutnya ia akan memulai awalan.

2. Cara Memulai Awalan

Yang sebaiknya diperhatikan ketika melakukan awalan yaitu posisi tubuh ketika bersiap.

Untuk posisi kepala serta bagian mata ketika berlari, posisi lengan ketika membawa lembing, serta gaya ketika melangkah dan melempar (hop cross/step cross).

3. Cara melempar

Posisi lembing sebelum melempar sebaiknya ditarik ke samping kanan-belakang, selanjutnya dilempar sekuat-kuatnya menuju arah depan.

Bagian ujung lembing pastikan mengarah ke depan-atas yang sudutnya 45 derajat.

Seleruh tubuh ketika melempar usahakan untuk  tidak kaku, namun bisa mengalir mengikuti efek lemparan. Dengan demikian, seluruh tubuh bisa ikut melepaskan energi lemparan.

Teknik Lempar Lembing

Ini adalah salah satu contoh teknik dalam lempar lembing yang memakai gaya hop step serta pegangan Finlandia:

1. Awalan

Ketika awal persiapan posisi tubuh adalah tegak lurus, tangan kanan memegang lembing dalam posisi horizontal di atas pundak.

Dengan demikian, siku lengan pembawa lembing tertekuk. Sebaiknya nafasnya rileks dan dalam. Kepala tegak lurus disertai pandangan mata lurus ke depan sejauh mungkin.

Setsudah siap dan sudah ada aba-aba wasit, kaki sebaiknya mulai berlari dengan sedikit berjingkat untuk menegaskan gaya ini.

Selanjutnya bisa lari normal dengan kecepatan tinggi dengan tetap mempertahankan posisi lengan dengan membawa lembing.

Saat 6 langkah terakhir, gerakan kaki kembali berjingkat serta bersiap melakukan lemparan.

2. Melempar

Untuk empat langkah sebelum terakhir, lembing ditarik ke arah belakang serta menghadap ke atas, sudutnya 45 derajat. Pandangan mata sebaiknya fokus pada titik lempar terjauh.

Energi fokus guna melempar serta langkah ke tiga sebelum terakhir kaki kanan berjingkat. Kemudian posisi badan sedikit terangkat.

Lalu, untuk kaki kiri dijadikan sebagai tumpuan jatuh, selanjutnya untuk kaki kanan sedikit menekuk kebawah. Pemain bisa melakukan tolakan kedepan sambil melemparkan lembing.

3. Pasca Melempar

Terkadang tolakan yang besar serta lemparan yang kuat ke arah depan akan menjadikan seluruh tubuh juga seperti terlempar kedepan.

Dengan demikian tak jarang lemparan yang seperti ini menjadikan atlet jatuh ke depan. Sebab, menahan tubuh untuk mengarah ke depan justru abisa menghambat lemparan.

Maka dari itu, posisi kepala sedikitpun sebaiknya jangan menunduk walaupun sudah melempar lembing. Sebab, apabila kepala menunduk serta tubuh jatuh kedepan, bisa menjadikan wajah cidera sebab terbentur oleh tanah.

Apabila tubuh jatuh, sebaiknya jatuh dengan tumpuan dada serta kedua tangan dalam waktu yang bersamaan.

Sejarah Lempar Lembing

Lempar lembing termasuk ketrampilan sehari-hari yang sudah ada pada manusia sejak zaman purba, sebab saat itu manusia masih hidup dengan cara berburu.

Lembing juga termasuk alat berburu yang sederhana dyang digunakan sebagai salah satu alat pertama dalam berburu hewan.

Adanya lembing ini menunjukkan jika proses berfikir pada manusia purba mengalami kemajuan. Sebab, mereka mulai menciptakan alat yang bermanfaat untuk bertahan hidup.

Tombak ini tak hanya dijadikan senjata yang bisa dilemparkan hingga mengenai sasaran, namun juga dimanfaatkan sebagai sejata yang memiliki jangkauan yang lebih panjang dari pada dengan pedang.

Katanya, olahraga lempar lembing wal mulanya dari aktivitas lempar lembing pada zaman dahulu.

Jika dapat melempar lembing sampai terkena sasaran pada jarak yang jauh termasuk suatu hal yang hebat.

Awalnya orang hanya berlatih, tapi selanjutnya mulai berlomba guna menunjukkan kehebatannya. Sampai pada akhirnya aktivitas tersebut dijadikan sebagai ajang perlombaan tersendiri yang sudah diadakan dari mulai zaman dahulu.

Saat peradaban yunani kuno, lempar lembing juga sudah diikutkan dalam olimpiade kuno, ketika tahun 776 SM.

Untuk pertandingan lempar lembing di zaman yang dahulu tak hanya mengejar poin sebagai pelempar dengan lemparan terjauh. Sebab, juga ada perlombaan lempar lembing dengan target tertentu seperti memanah.

Olahraga lempar lembing dimasukkan dalam cabang atletik olimpiade modern ketika tahun 1908 oleh atlet laki-laki saja.

Peraturannya sederhana, dan untuk kemenangan diperoleh apabila sang atlet bisa melempar dengan jarak terjauh jika dibandingkan peserta lainnya.

Ketika olimpiade 1932, olahraga lempar lembing sudah bisa dimainkan oleh perempuan dan tentu saja lembing yang digunakan berbeda dengan laki-laki.

Dan ketika itulah, olahraga lempar lembing dibuka untuk dua kelas, yaitu untuk laki-laki serta perempuan.

Alat Lempar Lembing

Alat olahraga lempar lembing adalah lembing, serbuk untuk tangan supaya tidak basah sebab keringat.

Dengan demikian bisa tetap nyaman untuk melakukan lemparan. Dibutuhkan juga pakaian yang nyaman untuk dipakai saat pertandingan, dan sepatu.

Lembing yang digunakan juga bukan sembarang lembing, akan tetapi lembing yang memiliki tiga bagian khusus.

Diantaranya tongkat yang terbuat dari bahan yang ringan, mata lembing yang terbuat dari logam yang memiliki ujung runcing. Kemudian tali yang dililitkan di lembing yang digunakan untuk pegangan..

Ukuran Lempar Lembing

Lembing yang dipakai dalam pertandingan olahraga lempar lembing juga mempunyai standard internasional. Yang mana jenis lembing untuk atlet putra dan atlet putrimemiliki perbedaan.

Lembing yang digunakan atlet putra yaitu mempunyai panjang 2,60 meter sampai dengan 2,70 meter. Sedangkan untuk berat 800 gram.

Kemudian lembing  yang digunakan untuk atlet putri ukurannya panjang 2,20 meter sampai dengan 2,30 meter. Kemudian untuk beratnya yaitu 600 gram.

Peraturan Lempar Lembing

Untuk pertandingan yang memiliki skala internasional seperti olimpiade, seluruh lembing telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.

Semua alatnya juga sudah diperiksa sedemikian rupa sampai masing-masing 99% identik satu sama lain sesuai dengan kelasnya.

Akan tetapi, untuk pertandingan yang memiliki skala kecil seperi pertandingan tingkat lokal atau daerah, atlet diperbolehkan membawa lembing sendiri.

Namun harus tetap sesuai dengan kriteria yang ditetapkan para panitia.

Pada saat pertandingan, atlet lempar lembing hanya boleh memakai awalan sampai melempar dalam tempat yang sudah disiapkan. Untuk lemparan yang melebihi batas yang ditentukan dinilai tidak sah.

Pendaratan lembing dinilai sah jika pada bagian lembing yang jatuh terlebih dahulu termasuk mata lembing di area yang disiapkan. Dengan posisi menancap tanah maupun hanya menggores tanah.

Ketika posisi awalan, lembing tidak boleh menyentuh tanah sama sekali. Sebab, itu dinyatakan sebagai diskualifikasi yang sama dengan atlet  yang melempar di luar area yangtelah ditentukan.

Seluruh atlet akan bertanding guna memperoleh jarak terjauh dari lembing yang sudah terlempar. Selanjutnya tiap-tiap atlet hanya punya 1 kali kesempatan dalam melempar lembing.

Lapangan Lempar Lembing

Terdapat tiga bagian lapangan lempar lembing, diantaranya jalur awalan, sudut lemparan serta sektor lemparan lembing.  Lebih jelasnya simak uraian berikut ini;

1. Jalur awalan adalah trak yang memiliki panjang minimal 30 meter serta maksimal 36,5 meter. Jalur ini lebarnya 4 meter.

2. Sedangkan untuk area gambar sudut adalah area guna melemparkan lembing setelah berlari pada trak awalan. Dari poros tengah ke pojok busur, sudut yang terbentuk yaitu 30 derajat.

Sudut ini termasuk petunjuk garis batas luar kanan serta kiri area sektor lemparan. Jarak dari titik A atau titik ancang-ancang untuk melempar yaitu 8 meter dari bibir busur.

Yaitu garis akhir yang dilarang dilewati oleh atlet pada saat melempar. Akan tetapi, boleh disentuh apabila telah melempar, contohnya untuk menjatuhkan tubuh.

3. Sektor lemparan juga termasuk lapangan yang bentuknya kerucut dengan sudut seperti yang sudah ditetapkan pada area sudut. Untuk panjang lapangan pendaratan ini minimal 100 meter.

Faktor Penentu Prestasi Dalam Lempar Lembing

Untuk bisa menjadi atlet lempar lembing yang profesional tidaklah mudah. Sebab perlu banyak melakukan latihan, agar tetap pandai dalam melakukan lemparan.

Tapi, dalam sebuah pertandingan, ada hal yang menentukan prestasi atlet selain kualitas latihan, diantaranya hal-hal berikut ini:

1. Cuaca dan Angin

Dalam ketinggian terterntu, lembing yang terlempar pada akhirnya akan bergesekan dengan angin.

Hembusan angin tentu saja akan mengubah sudut hasil lemparan serta dapat mengurangi maupun menambah kecepatan lembing. Bisa juga berpengaruh pada jarak yang dihasilkan. Dengan demikian, cuaca dan angin bisa dijadikan sebagai faktor penting yang juga memiliki pengaruh pada skor olahraga empar lembing ini.

2. Dukungan Tim dan Supporter

Dukungan dan juga sorak sorai dari para penonton termasuk salah satu energi yang secara tidak langsung bisa terserap oleh para pemain maupun atlet. Sebab hal tersebut bisa mempengaruhi semangatnya.

Jika energi yang disalurkan oleh suporter itu semakin besar, maka bisa semakin besar juga semangat dan energi atlet untuk bisa tampil pada acara pertandingan tersebut.

3. Stamina, Kesehatan Fisik dan Psikis

Performa pertandingan juga sangat ditentukan oleh stamina, kesehatan fisik serta psikis.

Ketika musim pertandingan berlangsung,sebaiknya para atlet bisa selalu menjaga kesehatan tubuh, pikiran serta perasaannya supaya dapat tampil dengan lebih baik.

Ukuran Lapangan Tenis Meja Lengkap Dengan Komponennya

Ukuran Lapangan Tenis Meja – Tenis meja atau yang juga dikenal dengan sebutan ping pong adalah olahraga permainan yang menggunakan meja sebagai lapangan.

Selain bet, meja juga berperan sebagai perlengkapan utamanya. Ukuran lapangan tenis meja ini mempunyai ketetapan tersendiri yang sudah ditentukan olah induk organisasi tenis meja dunia yang lalu diikuti di seluruh dunia.

Olahraga tenis meja ini dimainkan oleh dua pemain yang saling berhadapan (pada kategori tunggal), serta empat orang untuk kategori ganda atau berpasangan.

Ukuran Lapangan Tenis Meja

ukuran lapangan tenis meja

Olahraga tenis meja di Indonesia mulai dikenal secara umum sejak tahun 1930. Pada waktu itu, olahraga tenis meja ini hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang Belanda dan digunakan sebagai suatu hiburan rekreasi.

Pribumi yang boleh mengikuti permainan tenis meja tersebut hanya golongan-golongan tertentu, seperti halnya anggota keluarga pamong dari balai pertemuan tersebut.

Induk organisasi tenis meja Indonesia ialah PTMSI. PTMSI ini memiliki kepanjangan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Sedangkan untuk induk organisasi tenis meja dunia ialah ITTF (Internasional Table Tennis Federation).

Organisasi inilah yang menjadi rujukan penetapan ukuran lapangan tenis meja. Adapun rincian ukuran lapangan olahraga tenis meja (ukuran meja) ialah sebagai berikut.

  • Lebar : 152,5 cm
  • Panjang : 274 cm
  • Luas : 4,1785 m²
  • Tebal meja : 3 cm
  • Tinggi meja dari lapangan : 76 cm
  • Panjang net : 783 cm

Perlu diketahui bahwa semua bahan penyusun meja ialah kayu atau bahan yang sejenis. Hal ini memungkinkan meja memiliki daya pantul yang sesuai standar.

Adapun daya pantul meja yang tepat memungkinkan bola bisa memantul setinggi 23 cm saat dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.

Sementara untuk tampilannya, meja ping pong dihadirkan dengan warna gelap dan pudar. Adapun warna meja yang populer ialah warna hijau.

Ukuran Net Tenis Meja

ukuran lapangan tenis meja

Dalam lapangan tenis meja (meja) terdapat net atau jaring. Net dalam tenis meja digunakan sebagai pembatas antar pemain serta pembatas tinggi minimal bola.

Apabila anda memukul bola terlalu rendah, maka akan tertahan net. Selain net, anda membutuhkan penyangga net yang dipakai untuk memperkuat net saat terkena bola.

Salah satu peraturan tenis meja disebutkan bahwa saat pemain memukul bola serve/bola pertama serta mengenai net lalu memantul ke daerah lawan, maka serve diulang.

Net ini juga memiliki ukuran standar yang harus diperhatikan. Adapun ukuran net tenis meja ialah sebagai berikut.

  • Tinggi net tenis meja : 15,25 cm
  • Jarak tiang dari net meja : 15,25 cm

Pada permukaan meja ping pong, sisinya dibagi menjadi dua bagian. Dimana kedua bagian mempunyai ukuran yang sama. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh net dengan batas pada bagian akhir meja tersebut.

Net dibentangkan menggunakan tali yang kedua sisinya diikat pada tiang penyangga. Sedangkan sisi batas pada kedua tiang penyangga memiliki jarak 15,25 cm dari sisi batas permukaan meja.

Panjang net tenis meja dari sisi kiri ke kanan haruslah berukuran 1,83 meter. Sedangkan untuk seluruh panjang net, dari ujung atas ke permukaan meja ialah 15,22 cm.

Ukuran Bet Tenis Meja

Pada bagian raket yang bundar atau blade yang digunakan untuk mengenai bola saat bermain tenis meja, seluruhnya harus dibuat dari kayu, ketebalannya merata, kaku, serta datar.

Pada tiap sisi bagian permukaan, baik dipakai untuk memukul bola atau tidak, ditetapkan wajib berwarna gelap suram semua pinggiran atas yang menjadi hiasan blade bukan putih maupun berefleksi.

Bet tenis meja sebenarnya bebas, baik ukuran maupun beratnya tidak ditentukan. Hanya saja, pada umumnya ukuran bet tenis meja ialah sebagai berikut.

  • Berat bet tenis meja sekitar : 150 gram
  • Tebal bet busa karet biasa : 2 mm
  • Tebal bet karet bintik maksimal : 4 mm

Ukuran Bola Tenis Meja

Bola tenis meja memiliki ukuran standar sebagai berikut.

  • Berat bola tenis meja : 2,5 gram
  • Diameter bola tenis meja : 40 mm
  • Warna bola tenis meja : orange, putih, dan juga tak mengkilat

Bola tenis meja dibuat dari bahan selulosa ringan. Pantulan bola harus mencapai 23 sampai 26 cm pada pantulan pertama apabila dijatuhkan.

Bola bisanya mempunyai tanda bintang dari satu sampai tiga tanda bintang yang menunjukkan kualitas bola tersebut. Tiga bintang ialah tanda yang menunjukkan kualitas bola terbaik yang bisa dipakai pada turnamen yang resmi.

Ukuran Roda Meja dalam Lapangan Meja

Dalam mengulas ukuran lapangan tenis meja memang kurang lengkap rasanya jika tak membahas mengenai komponennya. Selain komponen-komponen di atas, tenis meja juga dilengkapi dengan roda meja.

Roda meja ini berperan sebagai komponen pendukung olahraga tenis meja. Roda meja ini memudahkan kita ketika ingin memainkan tenis meja di tempat lain.

Pasalnya, dengan adanya roda meja, kita bisa memindahtempatkan meja ping pong. Selain itu, roda meja ini juga memudahkan kita untuk menyesuaikan kontur tanah sehingga posisi meja bisa lurus dan seimbang.

Itulah penjelasan ukuran lapangan tenis meja yang bisa Anda pelajari. Semoga bermanfaat.

Macam-Macam Teknik dan Gaya Dalam Lari Jarak Jauh

 

Pengertian dari lari jarak jauh atau lari maraton yaitu salah satu cabang olahraga atletik nomor lari. Di dalam nomor lari ini sendiri telah dibagi menjadi 4 macam cabang olahraga lari.

Diantaranya ada lari jarak pendek, lari jarak menengah atau lari maraton dan juga lari estafet. Dari 4 jenis lari ini mempunyai jarak tempuh yang berbeda dan yang mempunyai jarak tempuh paling jauh dinamakan dengan lari maraton.

Lari jarak jauh ataupun maraton ternyata sudah menjadi perlombaan atletik pertama yang telah dilombakan dalam olimpiade kuno.

Jenis perlombaan ini pertama kalinya dipertandingkan tahun 490 sebelum masehi. Jenis lari dengan jarak jauh ini berkaitan dengan sejarah peradaban Yunani kuno yang mana menyangkut prajurit yang bernama Pheidippides.

Pheidippides telah diutus untuk menyampaikan pesan yang menyatakan bahwa sudah berhasil dikalahkan di Maraton. Lalu prajurit tersebut berlari tanpa henti ke Athena untuk menyampaikan pesan tersebut.

Akhirnya ia berhasil menjalankan misinya, namun tak berselang lama Pheidippides meninggal setelah mengantarkan pesan.

Teknik Dalam Lari Jarak Jauh

lari jarak jauh

Dalam melakukan lari jarak jauh, maka seorang atlet harus mempunyai fisik yang benar-benar kuat dan fit. Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan beberapa persiapan lari maraton dan mempelajari teknik dalam berlari jarak jauh.

Sebab, jarak yang ditempuh agar dapat mencapai garis finish sangat jauh. Selain itu beberapa teknik yang digunakan dalam lari jarak jauh juga harus anda ketahui terlebih dahulu sebelum anda melakukan olahraga ini.

Di bawah ini merupakan beberapa teknik yang bisa anda gunakan saat berlari jarak jauh.

1. Gunakan teknik awalan berdiri

Untuk lari maraton, maka awalan yang dipakai adalah start berdiri. Hal ini telah diatur di dalam perlombaan lari jarak jauh. Inilah tata cara dalam melakukan start berdiri:

Siapkan diri anda di garis start dan tunggulah aba-aba dari wasit.

Saat hitungan pertama, langkahkan satu kaki ke depan dengan posisi lutut anda yang sedikit ditekuk.

Kemudian fokuslah ke depan dan pada hitungan selanjutnya saat instruktur memberi aba-aba 2, maka anda harus bersiap berlari dengan sedikit mencondongkan badan ke depan serta berat badan ditumpuk kedepan.

Tangan anda sudah dalam posisi bersiap untuk berlari, lalu tunggu aba-aba. Selanjutnya dalam hitungan ketiga, anda sudah dipersilakan memulai perlombaan.

Siapkan kaki anda untuk berlari dengan sedikit tolakan dari bagian kaki depan.

2. Aturlah nafas anda

Perlahan namun pasti, stabilkan nafas supaya tidak cepat kelelahan. Sebab saat berlari, maka paru-paru anda bekerja dengan maksimal untuk menyerap oksigen.

Otot tubuh juga memerlukan oksigen. Pola pernafasan yang baik bisa memberikan efek kestabilan stamina sehingga bisa menyelesaikan lari dengan baik.

3. Gunakan mulut untuk memperlancar pernafasan

Saat berlari anda dapat menggunakan mulut guna memperlancar pernafasan. Pernafasan lewat mulut akan menyedot oksigen yang lebih banyak bila dibandingkan lewat hidung.

Pernafasan lewat mulut juga bisa menjadikan anda lebih baik, lebih rileks dan juga tenang. Akan tetapi, sebaiknya kombinasikan juga pernapasan mulut anda dengan pernafasan hidung.

Agar dapat menghemat stamina. Selain itu, atur nafas anda agar lari anda bisa kencang.

Gaya Dalam Lari Jarak Jauh

lari jarak jauh

Gaya yang harus dikuasai oleh pelari dalam olahraga lari jarak jauh yaitu gaya dalam teknik start, gaya berlari, gaya teknik pernafasan dan juga gaya memasuki garis finish.

Agar lebih jelas, anda bisa menyimak macam-macam gaya lari jarak jauh dan juga tips yang perlu diketahui sebagai berikut.

  • Gaya pada teknik start

Saat mengikuti lari maraton atau yang sering disebut dengan lari jarak jauh ini, maka gaya dalam teknik start harus menggunakan gaya berdiri.

Gaya berdiri dalam teknik start ada beberapa tingkatan yang harus dikuasai seorang pelari diantaranya sudah disampaikan seperti di atas tadi.

  • Gaya berlari

Di dalam gaya berlari untuk lari maraton juga sangat berbeda jika dibandingkan dengan lari yang lainnya. Seperti lari jarak pendek yang mewajibkan para atletnya untuk berlari sekencang mungkin dan semampu yang mereka bisa.

Namun dalam lari maraton, atlet harus fokus dan pintar mengatur tempo saat berlari. Mengapa ini penting untuk dilakukan?

Sebab, hal ini memiliki tujuan untuk mengefektifkan juga mengefisiensikan tenaga serta energi yang dimiliki agar tidak habis sebelum melesaikan jarak lari maraton yang harus ditempuh.

Dalam lari maraton ataupun lari jarak jauh ini, maka pelari harus melakukan lari menggunakan langkah yang konstan atau tetap. Dan tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lambat.

Ketika memasuki 2 km jarak terakhir, maka pelari diusahakan mengeluarkan semua kemampuan dan juga sisa tenaga yang dimilikinya agar bisa berlari sekencang-kencangnya.

Mungkin juga ketika itu kita ada di depan dan akan memungkinkan untuk memenangkan perlombaan lari maraton ini.

  • Gaya teknik pernapasan

Saat melakukan lari maraton, gaya yang paling dibutuhkan adalah teknik pernapasan. Teknik pernapasan adalah teknik yang bermanfaat untuk mempertahankan stamina juga daya tahan tubuh pelari.

Otot dari atlet saat berlari pasti memerlukan oksigen. Oleh sebab itu pelari bisa terengah-engah saat melakukan gerakan ini. Terlebih bila atlet atau pelari melakukan lari menggunakan intensitas yang tinggi.

Dengan gaya pernapasan yang baik, maka bisa memungkinkan pelari mengefisienkan tenaga dan juga energi yang dimiliki. Sebab dengan ini, kebutuhan otot dalam tubuh akan adanya oksigen bisa tercukupi.

Selain menggunakan teknik pernapasan mulut, seorang pelari juga terus bisa menguasai teknik pengambilan nafas. Ini penting untuk memungkinkan seorang atlet pelari bisa menyelesaikan jarak yang harus ditempuh.

Seorang pelari harus bisa menguasai teknik pengambilan nafas yang baik. Yaitu dengan bernafas dangkal dan juga pendek sehingga seorang pelari bisa dengan mudah mengatur pernafasannya.

  • Gaya masuk garis finish

Yang paling terakhir adalah gaya memasuki garis finish. Ini merupakan salah satu yang penting dalam perlombaan lari. Ketika anda akan memasuki garis finish, maka tentunya anda akan berlari dengan kecepatan sekencang-kencangnya.

Namun bukan hanya kecepatan saja yang perlu diperhatikan. Akan tetapi, gaya ketika anda memasuki garis finish juga penting sekali dan harus dilakukan dengan baik dan benar.

Terlebih lagi bila jarak anda dan juga pelari lain tidak begitu jauh. Pastinya semua pelari bisa melakukan usahanya dengan maksimal supaya meraih kemenangan.

Oleh sebab itu, jika anda memasuki garis finish maka anda bisa membusungkan dada. Saat dada anda akan menyentuh pita garis finish, maka dengan segera dada anda turunkan.

Namun hal yang perlu diperhatikan yaitu jangan sampai anda menggapai pita yang terdapat di garis finish dengan tangan anda. Karena hal ini akan dinyatakan sebagai pelanggaran oleh dewan juri dalam lomba lari jarak jauh ini.

Saat anda sudah mencapai garis finish dan dada anda dapat menyentuh pita, maka saat itulah anda menjadi pemenangnya.

Pengertian, Gaya dan Teknik Dasar Lompat Tinggi

Teknik Dasar Lompat Tinggi – Salah satu cabang atletik yang satu ini mewajibkan atletnya melakukan lompatan dengan setinggi mungkin melalui mistar tanpa menggunakan bantuan alat. Lompat tinggi adalah nama dari jenis olahraga ini.

Berbagai macam jenis gaya yang dibolehkan dalam olahraga ini adalah gaya gunting, guling straddle, guling sisi, dan juga flop. Ada juga gaya baru yang tak bertentangan dengan aturan internasional.

Dari empat macam gaya tersebut semuanya membuat para atlet lompat tinggi melakukan lompatan dari sisi kiri ataupun kanan untuk dapat meloloskan kaki dari halangan berupa mistar.

Tentunya hal ini berbeda dengan lompat batu tradisional di Nias yang tergolong dalam olahraga lompat tinggi. Sayangnya untuk lompat batu Nias termasuk dalam cabang atletik yang dilombakan di kancah olimpiade.

Akan tetapi sebuah upacara adat yang bertujuan untuk memberikan gelar dewasa pada anak laki-laki yang sudah berani melakukannya.

Sejarah Lompat Tinggi

lompat tinggi

Pertama kalinya sejarah lompat tinggi telah tercatat saat diadakannya olimpiade di Skotlandia ketika abad ke-19. Pada masa itu tercatat lompatan yang tertinggi telah dilakukan oleh atlet setinggi 1,68 meter.

Saat itu, gaya yang dilakukan adalah gaya gunting. Sekitar abad 20 gaya lompat tinggi di modernisasi dari seorang warga irlandia amerika yang bernama Michael Sweeney.

Tahun 1895 dirinya berhasil melakukan lompatan dengan ketinggian 1,97 m dengan gaya eastern cut-off, gaya tersebut mengambil off seperti gunting namun memperpanjang bagian punggungnya dan mendatar di atas bar.

Selanjutnya warga amerika lain yang bernama George Horine, telah mengembangkan teknik melompat dengan lebih efisien yang bernama Western roll. Dengan teknik ini Horine dapat mencapai lompatan dengan ketinggian 2,01 m tahun 1912.

Lompat Tinggi Pertama DI Olimpiade

lompat tinggi

Dalam olimpiade Berlin pada 1936, teknik lompatan ini jadi dominan dilakukan dalam cabang lompat tinggi. Dan telah dimenangkan oleh Cornelius Johnson dengan ketinggian lompatan 2.03 m.

Dalam empat dekade berikutnya, pelompat Amerika dan Soviet merintis evolusi dengan teknik straddle.

Charles Dumas merupakan orang pertama yang telah menggunakan teknik ini hingga menghasilkan lompatan dengan ketinggian 2,13 meter tahun 1956. Akhirnya Valerie Brumel mengambil alih pencapaian selama empat tahun kedepan.

Jumper Soviet ini telah mencatat ketinggian lompatan 2,28 meter. Dirinya berhasil memenangkan medali emas dalam olimpiade pada 1964. Sebelum akhirnya karirnya berakhir karena kecelakaan sepeda motor.

Dari Brumel para atlet kemudian mencoba belajar serta mengembangkan olahraga lompat tinggi sampai sekarang.

Sudah ada berbagai macam gaya yang ada dalam olahraga ini diantaranya adalah Scissors, Western Roll, gaya Fosbury Flop, dan gaya guling Straddle.

Walaupun event lompat tinggi telah diikutsertakan dalam kompetisi pada olimpiade kuno, namun kompetisi untuk cabang lompat tinggi tercatat telah berlangsung dari awal abad ke-19 di Skotlandia.

Pada masa itu, peserta memakai metode pendekatan langsung ataupun teknik gunting. Olahraga cabang atletik ini tidak dilakukan secara sembarangan.

Terdapat berbagai macam gaya yang harus dikuasai. Supaya peserta bisa terhindar dari cedera atau kecelakaan.

Gaya Lompat Tinggi

lompat tinggi

Di bawah ini merupakan empat jenis gaya yang terdapat dalam olahraga lompat tinggi yang sering digunakan oleh para atlet.

1.Gaya Guling Atau Teknik Straddle

Untuk gaya guling atau straddle menjadi gaya di mana badan melewati tiang dengan cara diputar dan kemudian dibalikkan.

Dengan begitu, sikap badan ketika diatas mistar dalam posisi tertelungkup. Cara mudah untuk bisa melakukan gaya guling yaitu dengan:

Pelompat harus mengambil awalan dari samping antara 3,5,7 hingga 9 langkah. Tumpuan berada pada kaki yang paling kuat. Selanjutnya diayunkan ke depan.

Sesudah kaki diayunkan, agar dapat melewati mistar dengan cepat, badan dibalikkan sehingga sikap badan berada diatas mistar dengan posisi tertelungkup.

Usahakan pantat lebih tinggi daripada kepala. Sehingga posisi kepala agar menunduk saat mendarat. Pakailah kaki kanan serta tangan kanan, bila tumpuan menggunakan kaki kiri dan begitu juga sebaliknya.

Teknik seperti ini dilakukan dengan cara mengambil jarak awalan yang diambil dari samping antara 4,6,8 ataupun 10 langkah. Ini tergantung dari ketinggian target yang hendak dilewati.

Bila anda menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan maka anda ayunkan kaki kanan ke belakang dengan tujuan kedepan.

Sesudah kaki diayunkan dan melewati mistar, lalu posisi badan ketika di udara atau di atas mistar berada dalam posisi tengkurap.

Posisi pinggang sebaiknya diusahakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi kepala. Saat posisi jatuh, tumpuan berada pada kedua tangan dan juga kaki.

Ayunan yang pertama kali mendarat lalu dilanjutkan dengan menggunakan badan yang pertama yaitu bagian punggung, tangan dan juga berakhir di bagian bahu.

Teknik awalan straddle

Ambil posisi ancang-ancang. Jangan terlalu jauh. Larilah dengan kecepatan sedang kemudian posisi awalan dari samping sekitar kira-kira 30 atau 40 derajat dengan posisi tiang lompatan.

Larilah agak serong dari mistar. Gunakan teknik tolakan straddle menggunakan tumpuan kaki yang memiliki sekat dengan mistar.

Saat melakukan tolakan, posisikan badan anda agar merubah ataupun sedikit condong ke bagian belakang.

Tumpuan kaki menolak ke atas sampai kedua lutut atau kaki lurus, dan 2 tangan serta kaki diayunkan dengan tenaga yang penuh ke arah depan.

Teknik diatas mistar

Badan dalam posisi tengkurap. Saat badan telah mulai turun, maka posisi kaki harus segera diluruskan ke arah belakang. Untuk teknik mendarat straddel bila menggunakan tumpuan kaki bagian kiri sebaiknya posisi pendaratan menggunakan kaki kanan lebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan gerakan posisi berguling.

2. Teknik Flop

Gaya yang telah diciptakan oleh Dick Ricarod Fosbury ini diadakan tahun 1968. Ia merupakan pelompat tinggi yang berasal dari Amerika Serikat.

Dirinya menggunakan gaya fosbury flop dan berhasil menjadi juara pertama. Sejak saat itu, ahli atletik banyak yang meneliti gerakan unik tersebut.

Keunikan yang dihasilkan dari gerakan fosbury adalah tubuh berada diatas mistar pada posisi yang terlentang. Kemudian jatuh menggunakan punggung masih tetap dalam kondisi terlentang.

Cara untuk melompati mistar menggunakan teknik ini yaitu kebalikan dari teknik straddle. Bila lompatan straddle berguling diatas mistar dengan posisi perut yang menghadap ke bawah mistar, namun sebaliknya.

Teknik flop dengan punggung yang menghadap ke bagian bawah dengan arah agak serong ke bagian kiri tidak lagi tegak lurus pada mistar.

Awalan dalam teknik flop

Pakailah kaki terkuat dalam tumpuan. Jika anda menggunakan kaki kiri, angkat dengan lutut kaki ditekuk bersamaan memutar badan dengan arah awalan.

Posisi badan membelakangi mistar. Punggung di bagian bawah yang dekat dengan mistar posisi punggung melengkung ketika melewati mistar.

Untuk teknik flop ketika di atas mistar anda bisa menggunakan bagian kepala yang harus lebih dulu melewati mistar. Selanjutnya posisikan badan anda dalam posisi terlentang.

Hadapkan punggung ke bawah arah mistar ketika mencapai ketinggian maksimal dan juga pinggang anda melewati mistar.

Posisi kan kedua kaki yang digerakkan atau diayun ke atas supaya dapat melewati mistar dengan sempurna.

Ketika mendarat, bagian tubuh yang digunakan untuk mendarat terlebih dahulu dengan teknik ini yaitu punggung.

Ini disebabkan karena sikap tubuh yang terlentang ketika mendarat. Dan teknik ini hanya bisa dilakukan dengan pendaratan dengan busa.

3. Gaya Gunting atau Scissors

Dalam lompat tinggi gaya gunting sering disebut juga dengan gaya Sweney. Sebelumnya saat tahun 1880 Mr. Swenwy memakai gaya jongkok.

Akan tetapi, ia merasa bahwa gaya tersebut masih kurang tepat. Sampai pada akhirnya ia mengubah gayanya menjadi gaya gunting.

Selanjutnya ketika tahun 1895 dirinya menciptakan gaya lompat tinggi lain yaitu gaya gunting samping.

4. Western Roll

Gaya guling sisi diciptakan dari Amerika tahun 1912 oleh G.Horine. Akan tetapi, gaya ini tidak bisa berkembang sebab ada benturan peraturan yang berlaku.

Saat melakukan lompat tinggi dengan gaya guling sisi ketika melewati mistar, maka posisi kepala akan cenderung lebih rendah dari pinggul.

Dengan demikian ini dinilai tidak sah, sehingga gaya ini tidak pernah dipakai dalam olahraga lompat tinggi.

Aturan Lompat Tinggi

Di dalam pertandingan olahraga lompat tinggi atau high jump mistar dinaikkan setelah peserta berhasil untuk melewati ketinggian mistar. Peserta harus melonjak dengan sebelah kaki.

Selain itu, peserta juga boleh mulai melompat dimana ketinggian yang ia sukai. Lompatan dinyatakan batal bila peserta telah menyentuh palang dan tidak bisa melompat.

Selain itu, menjatuhkan palang ketika membuat lompatan ataupun menyentuh kawasan mendarat jika tidak bisa melompat.

Peserta yang tidak berhasil melompat melintasi palang tiga kali berturut-turut, maka akan dikeluarkan dari pertandingan tersebut. Peserta lompat tinggi berhak untuk meneruskan lompatan.

Meskipun semua peserta lain gagal. Olahraga ini tidak disarankan untuk dilakukan dengan cara sembarangan. Atlet lompat tinggi perlu teknik tertentu supaya bisa melompat melalui mistar dan bisa mendarat dengan mulus tanpa cedera apapun.

Sehingga setiap atlet harus benar-benar menguasai gaya lompat tinggi dan jugBeberapa mistar untuk lompat a dinaikkan di akhir setiap babak atau ronde.

Hingga tinggal ada 1 atlet atau peserta lomba yang tersisa yang dapat memenangkan perlombaan. Atau terjadinya hasil sama untuk kedudukan yang pertama.

Latihan Pemanasan Dalam Arena Lomba

Di dalam arena perlombaan, sebelum dimulai acara lomba maka semua peserta lomba diperbolehkan untuk melakukan latihan praktek lomba.

Sekalinya perlombaan sudah dimulai, maka peserta lomba tidak diizinkan memakai sarana dan juga prasarana dengan maksud untuk latihan.

Seperti jalur ancang-ancang, atau area bertolak dan juga bertumpu, tidak boleh menggunakan peralatan lomba yang ada di arena perlombaan.

Lapangan Lompat Tinggi

Untuk sebuah lapangan lompat tinggi terbagi menjadi 4 bagian. Yaitu jalur awalan, daerah tolakan mistar, beserta penyangga, juga ada mata untuk mendarat.

Di bawah ini merupakan penjelasan selengkapnya mengenai lapangan lompat tinggi.

Jalur atau area awalan jalur ini dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau bisa juga setengah lingkaran yang memiliki jarak tepi ke bagian titik pusat hingga 15 m.

Jarak ini adalah jarak minimal dalam melakukan awalan. Sehingga atlet berhak untuk melakukan awalan dalam area yang lebih jauh lagi selama tidak berlebihan pengambilan jaraknya.

Area tolakan ini merupakan area yang berada disekitar depan ataupun bawah mistar.

Area ini memang benar-benar harus dibuat dengan sedatar mungkin, tidak menggelincirkan atlet ketika melakukan tolakan dan berada dalam kondisi yang bersih.

Mistar untuk lompat tinggi dibuat dengan ukuran panjang antara 3,98 sampai 4,02 m yang memiliki berat maksimal sebesar 2 kg.

Mistar disangga dengan dua penyangga yang berada dalam posisi sejajar dan memiliki jarak yang sama. Dengan panjang mistar untuk tiang penyangganya minimal salah satunya mempunyai ukuran guna menentukan tinggi mistar.

Mistar harus ditopang menggunakan penopang mistar yang ada pada masing-masing tiang penyangga. Penopang mistar sendiri memiliki ukuran 4×6 cm.

Ukuran untuk tempat pendaratan adalah 3 x5 m ini dibuat dengan bahan busa yang memiliki ketebalan 60 cm. Serta untuk bagian atasnya tertutup dengan matras yang memiliki ketebalan 10 sampai 20 cm.

Sarana dan Prasarana Lompat Tinggi

Di dalam perlombaan lompat tinggi tidak ada alat bantu yang digunakan untuk melompat.

Akan tetapi pastinya dalam olahraga tersebut terdapat fasilitas yang berfungsi sebagai pengaman, yang dipasang guna menghindari cedera yang kemungkinan terjadi pada atlet lompat tinggi.

Yaitu berupa matras yang diletakkan pada bagian pendaratan tepat setelah mistar.

Awalnya lompat tinggi sebagaimana yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya dilakukan dengan media di atas tanah berumput. Tanpa menggunakan tambahan alas untuk mendarat.

Alhasil, banyak sekali atlet yang mengalami cedera dan tidak lagi dapat mengikuti pertandingan.

Oleh sebab itu, matras yang dibuat dengan menggunakan bahan busa dan bahan lain yang memiliki tekstur empuk wajib ada di dalam lapangan lompat tinggi.

Untuk mistar lompat tinggi merupakan bilah lompat yang dibuat dengan bahan kayu atau bahan lain. Mistar memiliki panjang 3,98 sampai 4,2 meter yang diletakkan dalam dua bilah penyangga.

Mistar dalam hal ini justru tangga penyangga mistar yang mempunyai ukuran sebagaimana penggaris ukur.

Walaupun mistar yang dipakai memiliki ukuran yang lumayan panjang ,yaitu dengan ukuran maksimal 4,2 meter, tapi berat maksimal harus digunakan hanya 2 kg.

Sehingga bahan untuk membuat mistar harus dipilih agar mendapatkan mistar yang ringan, tidak melengkung dan juga kuat. Mengapa beratnya maksimal harus 2 kg?

Hal ini karena, setiap pelompat yang akan melompati bilah mistar sering menyenggol serta menjatuhkan mistar. Dengan berat yang ringan bertujuan untuk mencegah terjadinya cidera saat melakukan lompat tinggi.

Pengertian Materi Lengkap Olahraga Lempar Cakram

Lempar Cakram – Olahraga lempar cakram merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang dilakukan dengan cara melempar cakram dari lapangan cakram yang bentuknya lingkaran.

Untuk memperoleh lemparan yang sejauh-jauhnya. Dengan melakukan awalan dengan cara memutarkan cadan dengan sebaik-baiknya.

Besaran sudut lemparan lintasan dari cakram itu 450 dan juga lemparan yang sah adalah lemparan yang harus jatuh dalam sektor lemparan.

Sekiranya materi lempar cakram yang akan kita bahas tentang segala informasi olahraga atletik ini yang berguna untuk anda yang sedang ingin belajar mengenai olahraga melempar cakram ini.

Atau saat anda sedang mengerjakan tugas sekolah mengenai materi olahraga ini.

Sejarah Olahraga Lempar Cakram

lempar cakram

Sebenarnya aktivitas melempar cakram ini mulanya bukan sebuah olahraga. Akan tetapi ini merupakan aktivitas sehari-hari manusia untuk dapat bertahan hidup di masa berburu dan juga meramu sampai dengan masa sekarang ini.

Kira-kira sejak sekitar abad ke 5 sebelum masehi, lempar cakram akhirnya telah menjadi sebuah olahraga yang diperkirakan telah mulai dipertandingkan.

Negara Kelahiran Lempar Cakram

Di negara Yunani, olahraga jenis ini jadi salah satu olahraga yang tertua yang telah ditandai dengan adanya peninggalan patung kuno.

Berupa seorang lelaki yang ditangannya memegang cakram dengan posisi seperti akan melempar. Patung tersebut adalah Myron Discobolus.

Bukan hanya Yunani, akan tetapi di berbagai negara yang ada di Eropa juga memiliki beberapa patung kuno yang sejenis yaitu seorang ataupun dua orang sedang melempar cakram.

Dengan adanya patung seperti itu, menandakan bahwa sebenarnya olahraga lempar cakram di Eropa pada masa lalu menjadi sebuah olahraga yang penting.

Olahraga ini menjadi olahraga yang selalu ada di dalam setiap ajang olahraga internasional seperti semacam olimpiade. Bukan itu saja, olahraga lempar cakram ini adalah olahraga yang telah menjadi ikon.

Semenjak diadakannya olahraga modern pada 1896 untuk pertama kalinya, gambar figur atlet dari lempar cakram ini jadi ikon dalam promosi ajang bergengsi yang bahkan dibuat sebagai stempel 1896.

Dalam poster olimpiade tahun 1920 dan juga 1948 gambar atlet lempar cakram telah menjadi ikon.

Saat kejayaan Eropa Kuno runtuh, maka olahraga ini sempat hilang di kehidupan masyarakat dan cuma sekedar menjadi cerita di dalam narasi sejarah.

Kemudian olahraga ini lalu ditemukan kembali oleh seseorang dari German yang bernama Christian Georg Kohlrausch bersama dengan muridnya di tahun 1870 lewat riset sejarah yang sangat panjang.

Pada penelitian itu, Georg bukan cuma meneliti mengenai olahraga lempar cakram ini. Akan tetapi juga menggali tentang teknik yang dipakai para atlet lempar cakram pada masa lalu.

Selanjutnya hasil riset kemudian dipublikasikan pada 1880. Dimana saat itu belum terbentuk olimpiade modern.

Dalam olimpiade modern yang pertama. Lempar cakram hanya diikuti para kaum laki-laki.

Sampai akhirnya pada tahun 1928 pertandingan olahraga melempar cakram ini dapat diikuti oleh kaum perempuan dan juga termasuk dalam ajang Olimpiade.

Cara Memegang Cakram

lempar cakram

Hingga sekarang cara untuk memegang cakram yang dinilai menjadi cara paling efisien terdapat dua cara dengan posisi:

Tangan kanan memegang cakram. Bisa juga menggunakan tangan kiri untuk atlet yang kidal. Posisi cakram menempel pada tangan kemudian ditahan menggunakan jari-jari tangan.

Dengan ruas jari telunjuk- kelingking yang mencengkeram pinggir cakram juga ibu jari bebas posisinya.

Untuk jari telunjuk kelingking posisi dibuka lebar. Sehingga dapat menjangkau pinggiran permukaan cakram secara lebih luas.

Disamping itu, sebaiknya posisi tangan agak ditekuk saat memegang cakram. Supaya bagian yang tidak dicengkeram jari bisa memperoleh tumpuan dan tidak mudah jatuh saat diayun serta dilempar.

Untuk cara memegang cakram yang kedua sebenarnya hanya sedikit berbeda dengan posisi pertama. Letak perbedaannya adalah pada kerapatan jari.

Cara melakukannya pegang cakram menggunakan tangan kanan atau kiri. Posisi cakram melekat di telapak tangan. Kemudian jari jari menahan tangan pada ruas jari telunjuk kelingking mencengkram bagian pinggir cakram.

Diikuti ibu jari yang diposisikan secara bebas jari telunjuk kelingking rapat. Sehingga tidak menjangkau luas bagian pinggir permukaan cakram.

Posisi tangan agak ditekuk saat cakram dipegang. Supaya bagian cakram yang tidak dicengkeram oleh jari bisa memperoleh tumpuan dan tidak mudah jatuh saat dilempar dan diayun.

Kedua posisi memegang cakram menjadi cara yang mendasar. Juga paling sering dipakai baik untuk atlet pemula maupun profesional.

Disamping dua cara itu, masih ada satu cara yang memang jarang dipakai. Secara teknis, caranya agak mirip dengan poin pertama dan kedua.

Namun dalam cara ini posisi jari terbagi menjadi dua kelompok.

Adapun kelompok yang pertama yaitu jari telunjuk dan juga jari tengah dirapatkan. Dan untuk kelompok yang kedua, jari manis serta jari kelingkingnya yang dirapatkan.

Sementara itu, antara kelompok jari pertama dan kedua diberi jarak atau direnggangkan. Cara seperti ini cukup sulit untuk dilakukan, khususnya bagi atlet yang memiliki jari jemari yang kaku.

Teknik Dasar Lempar Cakram

lempar cakram

Dalam olahraga melempar cakram ini, teknik dasar yang sering digunakan ada beberapa poin penting. Diantaranya adalah:

1. Persiapan

Ini menjadi hal penting sebelum para atlet masuk ke area. Sebelumnya atlet harus melakukan pemanasan supaya terhindar dari cidera otot.

Pemanasan dapat dilakukan dengan cara berlari sekitar 30 menit. Dengan melakukan pemanasan, maka tubuh tidak akan terasa kaku dan sudah siap untuk melakukan peregangan.

Saat melakukan peregangan mencakup semua bagian tubuh. Dimulai dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki.

Sebab, dalam olahraga melempar cakram tentunya akan melibatkan semua bagian tubuh dengan menggunakan energi yang besar untuk semua bagian tubuh dengan energi yang besar. Dengan begitu rawan akan cidera.

Saat pereganagan, berikan porsi lebih dalam meregangkan leher, pundak, lengan, jari-jari tangan, pergelangan tangan, pinggul, tulang punggung dan juga pergelangan kaki.

2. Awalan

Saat atlet telah masuk arena, posisi tubuh sesuai gaya uyang anantinya akan digunakan. Sebaiknya badan anda rileks dan pikiran terfokus kepada tubuh dan juga latihan yang sudah dijalani.

Lempar cakram adalah olahraga yang perlu ketenangan ekstra.Pikiran anda harus fokus pada target terjauh. Mulailah lakukan lemparan sesuai gaya.

3. Melempar

Gerakan lemparan bisa disesuaikan dengan gaya yang dipilih.

Gaya Samping

Pegang cakram sesuai teknik yang akan digunakan. Posisikan tubuh pada posisi siap yaitu menghadap ke samping kanan atau samping kiri jika kidal. Buka posisi dua kaki selebar bahu atau bisa dibuka lagi sedikit lebih lebar.

Gerakan saat melempar diawali dengan posisi lengan yang membawa cakram dengan diayunkan lebih dahulu ke bagian belakang, tahan sebentar kemudian diayunkan ke arah depan.

Kaki dan semua anggota tubuh digerakkan mengikuti efek gerak dari ayunan tangan saat melempar cakram.

Cakram dilepas ke arah depan supaya cakram bisa melaju dengan ketinggian antara 45-50 derajat. Itulah lemparan yang tepat. Dengan begitu, cakram bisa jatuh dengan jarak yang jauh.

Jika dilepaskan terlalu rendah atau terlalu tinggi walaupun menggunakan energi besar, maka cakram hanya akan jatuh dengan jarak yang dekat.

Gaya Belakang

Lakukanlah teknik memegang cakram seperti yang sudah diajarkan. Ambil posisi tubuh menghadap ke arah belakang atau posisi membelakangi area untuk pendaratan cakram.

Kaki berada di pinggir garis lingkaran belakang. Dibuka lebar secukupnya, kemudian lutut agak ditekuk. Ayunkan lengan pembawa cakram dari samping kiri ke kanan diikuti dengan posisi tumit, pinggul, lutut, dan dada yang berubah.

Tahan lengan pembawa cakram pada posisi samping. Sebab setelah kaki melakukan putaran baru cakram akan dilempar. Dalam posisi ini perbedaannya dengan posisi samping adalah gerakan kaki dan tubuh.

Ini termasuk teknik yang sulit. Sebab, atlet harus memiliki teknik berputar yang baik. Putaran tubuh yang cepat seimbang dan stabil dengan beban cakram.

Teknik putaran ini memakai kaki kiri sebagai porosnya. Sehingga untuk melakukannya, ayunkan kaki kanan ke area tengah lingkaran dengan hasil akhir dimana posisi kanan membelakangi area pendaratan dan menjadi porosnya.

Lapangan Lempar Cakram

Area pelemparan semuanya berbentuk persegi yang memiliki lingkaran berbeda pada bagian tengahnya. Lingkaran itu adalah tempat dimana atlet melempar cakram.

Lingkaran yang ada lebih rendah 5 cm dari permukaannya. Dibuat dari logam dengan tebal 5mm yang telah dilapisi semen supaya tidak licin. Diameter lingkarannya adalah 2,5 meter.

Pada sisi kiri dan kanan serta bagian belakang lingkaran sekitar sejauh minimal 75 cm dari lingkaran tersebut dipasangi dengan jaring tinggi.

Fungsinya adalah untuk menahan cakram jika terjadi kesalahan teknis misalnya seperti cakram yang terlepas sebelum sempat dilontarkan ke lapangan pendaratan.

Titik tengah pada lingkaran menjadi poros yang diambil sudut mengarah kedepan hingga 34,92 derajat dari garis tengah.

Untuk garis pinggir bagian sudut baik sisi kiri dan juga kanan ditarik minimal 100 meter ke bagian depan untuk pendaratan. Tepi garis sudut diberi warna putih yang memiliki lebar 5 cm yang jatuh dalam sudut.

Peraturan Bermain Lempar Cakram

Terdapat beberapa peraturan yang ada dalam olahraga cabang atletik lempar cakram untuk lebih jelasnya simak uraian lengkap di bawah ini.

Untuk pertandingan dengan skala internasional maka ukuran lapangan serta ukuran cakram yang digunakan adalah ukuran standar yang telah ditetapkan oleh IAAF.

Dalam pertandingan ini menggunakan 5 orang wasit. Dua orang wasit berada pada area atlet yang melempar dan memiliki tugas untuk mengawasi kaki atlet ketika berputar. Sekaligus untuk memberikan aba-aba pada atlet.

Sementara itu untuk tiga wasit yang lainnya berada di lapangan pendaratan. Mereka mempunyai tugas untuk mengawasi titik jatuh cakram serta mengukur jarak jatuh cakram dari titik lempar.

Atlet yang bermain tidak diperbolehkan keluar lingkaran sesudah berada dalam posisi siap dan sebelum ia menyelesaikan lemparannya atlet juga tidak boleh menginjak bagian luar lingkaran saat melakukan lemparan.

Dalam olahraga lempar cakram, memang kondisi fisik atau bentuk tubuh seseorang sangat menentukan. Seseorang dengan tubuh yang tinggi dan juga besar sudah pasti memiliki jangkauan yang lebih jauh jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki bentuk tubuh pendek.

Sebab, dengan tubuh yang pendek ketika tiba gilirannya tidak bisa melempar cakram dengan lebih jauh. Untuk itu, sebaiknya jika anda ingin menjadi atlet lempar cakram, sebaiknya anda memiliki tubuh yang tinggi dan besar. Supaya lemparan yang dilakukan bisa jauh dan tepat.

Inilah Standart Berat, Tekanan, dan Ukuran Bola Basket

Ukuran Bola Basket – Mungkin secara umum anda ketika membeli atau menggunakan bola basket ini banyak yang tidak terpikirkan berapa berat standartnya. Padahal, ini merupakan salah satu hal penting yang perlu diketahui.

Alasannya karena semua hal yang berhubungan dengan permainan bola basket pastinya wajib mengetahui beberapa diantaranya yakni peraturan permainan, ukuran lapangan, dan berapa ukuran bola basket itu sendiri.

Nah, dalam hal ini akan dibahas terkait dengan teknik dasar bola basket, terlebih yang mengulas tentang ketentuan ukuran dan berat bola basket secara mendalam. Apabila kita berbicara tentang ukuran, maka bukan hanya berkaitan dengan berat bola basket, selebihnya.

Akan tetapi, terkait dengan ukuran keliling dan tekanan udara bola basket juga sangat penting untuk ditentukan sesuai ukuran standarnya. Hal ini biasanya sangat diperhatikan, apalagi ketika anda mengikuti pertandingan pada tingkat nasional maupun internasional.

Standart ukuran bola basket

Ukuran Bola Basket

Beberapa ukuran standart yang digunakan dalam permainan bola basket, yakni sebagai berikut :

1. Bola basket menggunakan bahan karet dengan lapisan yang sejenis kulit.
2. Berat bola basket yakni kisaran 600 – 650 gram.
3. Keliling bola basket yakni kisaran antara 75 – 78 cm, dan
4. Tekanan udara bola basket adalah 4,26-4,61 psi, harus mampu melambungkan bola dengan ketinggian antara 120 – 140 cm

Perlu diketahui bahwa, sebenarnya tidak ada perbedaan ukuran dan berat bola basket standar antara yang nasional maupun internasional. Akan tetapi, umumnya berat dan ukuran bola basket yang standart yakni sudah di tetapkan oleh beberapa organisasi seperti FIBA, NBA dan NCAA.

Perbedaan Ukuran Basket

Inilah Standart Ukuran, Tekanan Dan Berat Bola Basket.

Walaupun sudah ditetapkan secara internasional. Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan tentang ukuran bola basket standar yang ditetapkan oleh ketika organisasi di atas, diantaranya yakni sebagai berikut :

1. Ukuran bola basket yang digunakan untuk nasional maupun internasional yakni dengan kisaran keliling 75 – 78 cm. Sedangkan berat bola basket yakni kisaran 600 gr sampai 650 gr.

2. Ukuran Bola Basket Standar FIBA yakni didasarkan pada beberapa ketetapannya yakni : ukuran bola basket mempunyai keliling 749 mm – 780 mm serta berat bola basket yakni antara 567 gr – 650 gr.

3. Ukuran Bola Basket Standar NBA yakni dengan yang di setujui antara 749,3 mm – 755,65 mm sedangkan berat bola basket antara 623,7 gram/

4. Ukuran Bola Basket Standar NCAA yakni dengan menggunakan standar ukuran bola untuk keliling bola antara 749,3 mm – 762 mm sedangkan berat bola basket 567 – 623,7 gram.

Bentuk Ukuran Dalam Pertandingan Resmi

Apabila anda sedang mengikuti pertandingan resmi, maka untuk jenis bola basket menggunakan ukuran standarnya sendiri. Berat bola basket di sini sebenarnya bukan menjadi ukuran pusatnya, namun yang lebih digunakan yakni tiga ukuran yakni 5, 6 dan 7.

Penggunaan ukuran 7 biasanya lebih dipakai untuk pertandingan secara professional. Sedangkan ukuran 6 yakni untuk pertandingan resmi pada tingkat SMP. Sementara untuk ukuran 5 lebih digunakan untuk pertandingan resmi untuk anak SD.

Adanya standart di atas tidak lain yakni dapat digunakan sebagai standar yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Selain bisa mempermudah dan memperlancar jalannya acara, hal ini tentunya bisa digunakan sebagai acuan bermain yang menyenangkan.

Walaupun banyak diabaikan terkait ukuran bola basket. Akan tetapi ketika seseorang sudah berbekal tentang hal ini maka akan semakin mempermudah dalam menguasai permainan.