lari jarak jauh

Macam-Macam Teknik dan Gaya Dalam Lari Jarak Jauh

 

Pengertian dari lari jarak jauh atau lari maraton yaitu salah satu cabang olahraga atletik nomor lari. Di dalam nomor lari ini sendiri telah dibagi menjadi 4 macam cabang olahraga lari.

Diantaranya ada lari jarak pendek, lari jarak menengah atau lari maraton dan juga lari estafet. Dari 4 jenis lari ini mempunyai jarak tempuh yang berbeda dan yang mempunyai jarak tempuh paling jauh dinamakan dengan lari maraton.

Lari jarak jauh ataupun maraton ternyata sudah menjadi perlombaan atletik pertama yang telah dilombakan dalam olimpiade kuno.

Jenis perlombaan ini pertama kalinya dipertandingkan tahun 490 sebelum masehi. Jenis lari dengan jarak jauh ini berkaitan dengan sejarah peradaban Yunani kuno yang mana menyangkut prajurit yang bernama Pheidippides.

Pheidippides telah diutus untuk menyampaikan pesan yang menyatakan bahwa sudah berhasil dikalahkan di Maraton. Lalu prajurit tersebut berlari tanpa henti ke Athena untuk menyampaikan pesan tersebut.

Akhirnya ia berhasil menjalankan misinya, namun tak berselang lama Pheidippides meninggal setelah mengantarkan pesan.

Teknik Dalam Lari Jarak Jauh

lari jarak jauh

Dalam melakukan lari jarak jauh, maka seorang atlet harus mempunyai fisik yang benar-benar kuat dan fit. Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan beberapa persiapan lari maraton dan mempelajari teknik dalam berlari jarak jauh.

Sebab, jarak yang ditempuh agar dapat mencapai garis finish sangat jauh. Selain itu beberapa teknik yang digunakan dalam lari jarak jauh juga harus anda ketahui terlebih dahulu sebelum anda melakukan olahraga ini.

Di bawah ini merupakan beberapa teknik yang bisa anda gunakan saat berlari jarak jauh.

1. Gunakan teknik awalan berdiri

Untuk lari maraton, maka awalan yang dipakai adalah start berdiri. Hal ini telah diatur di dalam perlombaan lari jarak jauh. Inilah tata cara dalam melakukan start berdiri:

Siapkan diri anda di garis start dan tunggulah aba-aba dari wasit.

Saat hitungan pertama, langkahkan satu kaki ke depan dengan posisi lutut anda yang sedikit ditekuk.

Kemudian fokuslah ke depan dan pada hitungan selanjutnya saat instruktur memberi aba-aba 2, maka anda harus bersiap berlari dengan sedikit mencondongkan badan ke depan serta berat badan ditumpuk kedepan.

Tangan anda sudah dalam posisi bersiap untuk berlari, lalu tunggu aba-aba. Selanjutnya dalam hitungan ketiga, anda sudah dipersilakan memulai perlombaan.

Siapkan kaki anda untuk berlari dengan sedikit tolakan dari bagian kaki depan.

2. Aturlah nafas anda

Perlahan namun pasti, stabilkan nafas supaya tidak cepat kelelahan. Sebab saat berlari, maka paru-paru anda bekerja dengan maksimal untuk menyerap oksigen.

Otot tubuh juga memerlukan oksigen. Pola pernafasan yang baik bisa memberikan efek kestabilan stamina sehingga bisa menyelesaikan lari dengan baik.

3. Gunakan mulut untuk memperlancar pernafasan

Saat berlari anda dapat menggunakan mulut guna memperlancar pernafasan. Pernafasan lewat mulut akan menyedot oksigen yang lebih banyak bila dibandingkan lewat hidung.

Pernafasan lewat mulut juga bisa menjadikan anda lebih baik, lebih rileks dan juga tenang. Akan tetapi, sebaiknya kombinasikan juga pernapasan mulut anda dengan pernafasan hidung.

Agar dapat menghemat stamina. Selain itu, atur nafas anda agar lari anda bisa kencang.

Gaya Dalam Lari Jarak Jauh

lari jarak jauh

Gaya yang harus dikuasai oleh pelari dalam olahraga lari jarak jauh yaitu gaya dalam teknik start, gaya berlari, gaya teknik pernafasan dan juga gaya memasuki garis finish.

Agar lebih jelas, anda bisa menyimak macam-macam gaya lari jarak jauh dan juga tips yang perlu diketahui sebagai berikut.

  • Gaya pada teknik start

Saat mengikuti lari maraton atau yang sering disebut dengan lari jarak jauh ini, maka gaya dalam teknik start harus menggunakan gaya berdiri.

Gaya berdiri dalam teknik start ada beberapa tingkatan yang harus dikuasai seorang pelari diantaranya sudah disampaikan seperti di atas tadi.

  • Gaya berlari

Di dalam gaya berlari untuk lari maraton juga sangat berbeda jika dibandingkan dengan lari yang lainnya. Seperti lari jarak pendek yang mewajibkan para atletnya untuk berlari sekencang mungkin dan semampu yang mereka bisa.

Namun dalam lari maraton, atlet harus fokus dan pintar mengatur tempo saat berlari. Mengapa ini penting untuk dilakukan?

Sebab, hal ini memiliki tujuan untuk mengefektifkan juga mengefisiensikan tenaga serta energi yang dimiliki agar tidak habis sebelum melesaikan jarak lari maraton yang harus ditempuh.

Dalam lari maraton ataupun lari jarak jauh ini, maka pelari harus melakukan lari menggunakan langkah yang konstan atau tetap. Dan tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lambat.

Ketika memasuki 2 km jarak terakhir, maka pelari diusahakan mengeluarkan semua kemampuan dan juga sisa tenaga yang dimilikinya agar bisa berlari sekencang-kencangnya.

Mungkin juga ketika itu kita ada di depan dan akan memungkinkan untuk memenangkan perlombaan lari maraton ini.

  • Gaya teknik pernapasan

Saat melakukan lari maraton, gaya yang paling dibutuhkan adalah teknik pernapasan. Teknik pernapasan adalah teknik yang bermanfaat untuk mempertahankan stamina juga daya tahan tubuh pelari.

Otot dari atlet saat berlari pasti memerlukan oksigen. Oleh sebab itu pelari bisa terengah-engah saat melakukan gerakan ini. Terlebih bila atlet atau pelari melakukan lari menggunakan intensitas yang tinggi.

Dengan gaya pernapasan yang baik, maka bisa memungkinkan pelari mengefisienkan tenaga dan juga energi yang dimiliki. Sebab dengan ini, kebutuhan otot dalam tubuh akan adanya oksigen bisa tercukupi.

Selain menggunakan teknik pernapasan mulut, seorang pelari juga terus bisa menguasai teknik pengambilan nafas. Ini penting untuk memungkinkan seorang atlet pelari bisa menyelesaikan jarak yang harus ditempuh.

Seorang pelari harus bisa menguasai teknik pengambilan nafas yang baik. Yaitu dengan bernafas dangkal dan juga pendek sehingga seorang pelari bisa dengan mudah mengatur pernafasannya.

  • Gaya masuk garis finish

Yang paling terakhir adalah gaya memasuki garis finish. Ini merupakan salah satu yang penting dalam perlombaan lari. Ketika anda akan memasuki garis finish, maka tentunya anda akan berlari dengan kecepatan sekencang-kencangnya.

Namun bukan hanya kecepatan saja yang perlu diperhatikan. Akan tetapi, gaya ketika anda memasuki garis finish juga penting sekali dan harus dilakukan dengan baik dan benar.

Terlebih lagi bila jarak anda dan juga pelari lain tidak begitu jauh. Pastinya semua pelari bisa melakukan usahanya dengan maksimal supaya meraih kemenangan.

Oleh sebab itu, jika anda memasuki garis finish maka anda bisa membusungkan dada. Saat dada anda akan menyentuh pita garis finish, maka dengan segera dada anda turunkan.

Namun hal yang perlu diperhatikan yaitu jangan sampai anda menggapai pita yang terdapat di garis finish dengan tangan anda. Karena hal ini akan dinyatakan sebagai pelanggaran oleh dewan juri dalam lomba lari jarak jauh ini.

Saat anda sudah mencapai garis finish dan dada anda dapat menyentuh pita, maka saat itulah anda menjadi pemenangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *