lempar cakram

Pengertian Materi Lengkap Olahraga Lempar Cakram

Lempar Cakram – Olahraga lempar cakram merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang dilakukan dengan cara melempar cakram dari lapangan cakram yang bentuknya lingkaran.

Untuk memperoleh lemparan yang sejauh-jauhnya. Dengan melakukan awalan dengan cara memutarkan cadan dengan sebaik-baiknya.

Besaran sudut lemparan lintasan dari cakram itu 450 dan juga lemparan yang sah adalah lemparan yang harus jatuh dalam sektor lemparan.

Sekiranya materi lempar cakram yang akan kita bahas tentang segala informasi olahraga atletik ini yang berguna untuk anda yang sedang ingin belajar mengenai olahraga melempar cakram ini.

Atau saat anda sedang mengerjakan tugas sekolah mengenai materi olahraga ini.

Sejarah Olahraga Lempar Cakram

lempar cakram

Sebenarnya aktivitas melempar cakram ini mulanya bukan sebuah olahraga. Akan tetapi ini merupakan aktivitas sehari-hari manusia untuk dapat bertahan hidup di masa berburu dan juga meramu sampai dengan masa sekarang ini.

Kira-kira sejak sekitar abad ke 5 sebelum masehi, lempar cakram akhirnya telah menjadi sebuah olahraga yang diperkirakan telah mulai dipertandingkan.

Negara Kelahiran Lempar Cakram

Di negara Yunani, olahraga jenis ini jadi salah satu olahraga yang tertua yang telah ditandai dengan adanya peninggalan patung kuno.

Berupa seorang lelaki yang ditangannya memegang cakram dengan posisi seperti akan melempar. Patung tersebut adalah Myron Discobolus.

Bukan hanya Yunani, akan tetapi di berbagai negara yang ada di Eropa juga memiliki beberapa patung kuno yang sejenis yaitu seorang ataupun dua orang sedang melempar cakram.

Dengan adanya patung seperti itu, menandakan bahwa sebenarnya olahraga lempar cakram di Eropa pada masa lalu menjadi sebuah olahraga yang penting.

Olahraga ini menjadi olahraga yang selalu ada di dalam setiap ajang olahraga internasional seperti semacam olimpiade. Bukan itu saja, olahraga lempar cakram ini adalah olahraga yang telah menjadi ikon.

Semenjak diadakannya olahraga modern pada 1896 untuk pertama kalinya, gambar figur atlet dari lempar cakram ini jadi ikon dalam promosi ajang bergengsi yang bahkan dibuat sebagai stempel 1896.

Dalam poster olimpiade tahun 1920 dan juga 1948 gambar atlet lempar cakram telah menjadi ikon.

Saat kejayaan Eropa Kuno runtuh, maka olahraga ini sempat hilang di kehidupan masyarakat dan cuma sekedar menjadi cerita di dalam narasi sejarah.

Kemudian olahraga ini lalu ditemukan kembali oleh seseorang dari German yang bernama Christian Georg Kohlrausch bersama dengan muridnya di tahun 1870 lewat riset sejarah yang sangat panjang.

Pada penelitian itu, Georg bukan cuma meneliti mengenai olahraga lempar cakram ini. Akan tetapi juga menggali tentang teknik yang dipakai para atlet lempar cakram pada masa lalu.

Selanjutnya hasil riset kemudian dipublikasikan pada 1880. Dimana saat itu belum terbentuk olimpiade modern.

Dalam olimpiade modern yang pertama. Lempar cakram hanya diikuti para kaum laki-laki.

Sampai akhirnya pada tahun 1928 pertandingan olahraga melempar cakram ini dapat diikuti oleh kaum perempuan dan juga termasuk dalam ajang Olimpiade.

Cara Memegang Cakram

lempar cakram

Hingga sekarang cara untuk memegang cakram yang dinilai menjadi cara paling efisien terdapat dua cara dengan posisi:

Tangan kanan memegang cakram. Bisa juga menggunakan tangan kiri untuk atlet yang kidal. Posisi cakram menempel pada tangan kemudian ditahan menggunakan jari-jari tangan.

Dengan ruas jari telunjuk- kelingking yang mencengkeram pinggir cakram juga ibu jari bebas posisinya.

Untuk jari telunjuk kelingking posisi dibuka lebar. Sehingga dapat menjangkau pinggiran permukaan cakram secara lebih luas.

Disamping itu, sebaiknya posisi tangan agak ditekuk saat memegang cakram. Supaya bagian yang tidak dicengkeram jari bisa memperoleh tumpuan dan tidak mudah jatuh saat diayun serta dilempar.

Untuk cara memegang cakram yang kedua sebenarnya hanya sedikit berbeda dengan posisi pertama. Letak perbedaannya adalah pada kerapatan jari.

Cara melakukannya pegang cakram menggunakan tangan kanan atau kiri. Posisi cakram melekat di telapak tangan. Kemudian jari jari menahan tangan pada ruas jari telunjuk kelingking mencengkram bagian pinggir cakram.

Diikuti ibu jari yang diposisikan secara bebas jari telunjuk kelingking rapat. Sehingga tidak menjangkau luas bagian pinggir permukaan cakram.

Posisi tangan agak ditekuk saat cakram dipegang. Supaya bagian cakram yang tidak dicengkeram oleh jari bisa memperoleh tumpuan dan tidak mudah jatuh saat dilempar dan diayun.

Kedua posisi memegang cakram menjadi cara yang mendasar. Juga paling sering dipakai baik untuk atlet pemula maupun profesional.

Disamping dua cara itu, masih ada satu cara yang memang jarang dipakai. Secara teknis, caranya agak mirip dengan poin pertama dan kedua.

Namun dalam cara ini posisi jari terbagi menjadi dua kelompok.

Adapun kelompok yang pertama yaitu jari telunjuk dan juga jari tengah dirapatkan. Dan untuk kelompok yang kedua, jari manis serta jari kelingkingnya yang dirapatkan.

Sementara itu, antara kelompok jari pertama dan kedua diberi jarak atau direnggangkan. Cara seperti ini cukup sulit untuk dilakukan, khususnya bagi atlet yang memiliki jari jemari yang kaku.

Teknik Dasar Lempar Cakram

lempar cakram

Dalam olahraga melempar cakram ini, teknik dasar yang sering digunakan ada beberapa poin penting. Diantaranya adalah:

1. Persiapan

Ini menjadi hal penting sebelum para atlet masuk ke area. Sebelumnya atlet harus melakukan pemanasan supaya terhindar dari cidera otot.

Pemanasan dapat dilakukan dengan cara berlari sekitar 30 menit. Dengan melakukan pemanasan, maka tubuh tidak akan terasa kaku dan sudah siap untuk melakukan peregangan.

Saat melakukan peregangan mencakup semua bagian tubuh. Dimulai dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki.

Sebab, dalam olahraga melempar cakram tentunya akan melibatkan semua bagian tubuh dengan menggunakan energi yang besar untuk semua bagian tubuh dengan energi yang besar. Dengan begitu rawan akan cidera.

Saat pereganagan, berikan porsi lebih dalam meregangkan leher, pundak, lengan, jari-jari tangan, pergelangan tangan, pinggul, tulang punggung dan juga pergelangan kaki.

2. Awalan

Saat atlet telah masuk arena, posisi tubuh sesuai gaya uyang anantinya akan digunakan. Sebaiknya badan anda rileks dan pikiran terfokus kepada tubuh dan juga latihan yang sudah dijalani.

Lempar cakram adalah olahraga yang perlu ketenangan ekstra.Pikiran anda harus fokus pada target terjauh. Mulailah lakukan lemparan sesuai gaya.

3. Melempar

Gerakan lemparan bisa disesuaikan dengan gaya yang dipilih.

Gaya Samping

Pegang cakram sesuai teknik yang akan digunakan. Posisikan tubuh pada posisi siap yaitu menghadap ke samping kanan atau samping kiri jika kidal. Buka posisi dua kaki selebar bahu atau bisa dibuka lagi sedikit lebih lebar.

Gerakan saat melempar diawali dengan posisi lengan yang membawa cakram dengan diayunkan lebih dahulu ke bagian belakang, tahan sebentar kemudian diayunkan ke arah depan.

Kaki dan semua anggota tubuh digerakkan mengikuti efek gerak dari ayunan tangan saat melempar cakram.

Cakram dilepas ke arah depan supaya cakram bisa melaju dengan ketinggian antara 45-50 derajat. Itulah lemparan yang tepat. Dengan begitu, cakram bisa jatuh dengan jarak yang jauh.

Jika dilepaskan terlalu rendah atau terlalu tinggi walaupun menggunakan energi besar, maka cakram hanya akan jatuh dengan jarak yang dekat.

Gaya Belakang

Lakukanlah teknik memegang cakram seperti yang sudah diajarkan. Ambil posisi tubuh menghadap ke arah belakang atau posisi membelakangi area untuk pendaratan cakram.

Kaki berada di pinggir garis lingkaran belakang. Dibuka lebar secukupnya, kemudian lutut agak ditekuk. Ayunkan lengan pembawa cakram dari samping kiri ke kanan diikuti dengan posisi tumit, pinggul, lutut, dan dada yang berubah.

Tahan lengan pembawa cakram pada posisi samping. Sebab setelah kaki melakukan putaran baru cakram akan dilempar. Dalam posisi ini perbedaannya dengan posisi samping adalah gerakan kaki dan tubuh.

Ini termasuk teknik yang sulit. Sebab, atlet harus memiliki teknik berputar yang baik. Putaran tubuh yang cepat seimbang dan stabil dengan beban cakram.

Teknik putaran ini memakai kaki kiri sebagai porosnya. Sehingga untuk melakukannya, ayunkan kaki kanan ke area tengah lingkaran dengan hasil akhir dimana posisi kanan membelakangi area pendaratan dan menjadi porosnya.

Lapangan Lempar Cakram

Area pelemparan semuanya berbentuk persegi yang memiliki lingkaran berbeda pada bagian tengahnya. Lingkaran itu adalah tempat dimana atlet melempar cakram.

Lingkaran yang ada lebih rendah 5 cm dari permukaannya. Dibuat dari logam dengan tebal 5mm yang telah dilapisi semen supaya tidak licin. Diameter lingkarannya adalah 2,5 meter.

Pada sisi kiri dan kanan serta bagian belakang lingkaran sekitar sejauh minimal 75 cm dari lingkaran tersebut dipasangi dengan jaring tinggi.

Fungsinya adalah untuk menahan cakram jika terjadi kesalahan teknis misalnya seperti cakram yang terlepas sebelum sempat dilontarkan ke lapangan pendaratan.

Titik tengah pada lingkaran menjadi poros yang diambil sudut mengarah kedepan hingga 34,92 derajat dari garis tengah.

Untuk garis pinggir bagian sudut baik sisi kiri dan juga kanan ditarik minimal 100 meter ke bagian depan untuk pendaratan. Tepi garis sudut diberi warna putih yang memiliki lebar 5 cm yang jatuh dalam sudut.

Peraturan Bermain Lempar Cakram

Terdapat beberapa peraturan yang ada dalam olahraga cabang atletik lempar cakram untuk lebih jelasnya simak uraian lengkap di bawah ini.

Untuk pertandingan dengan skala internasional maka ukuran lapangan serta ukuran cakram yang digunakan adalah ukuran standar yang telah ditetapkan oleh IAAF.

Dalam pertandingan ini menggunakan 5 orang wasit. Dua orang wasit berada pada area atlet yang melempar dan memiliki tugas untuk mengawasi kaki atlet ketika berputar. Sekaligus untuk memberikan aba-aba pada atlet.

Sementara itu untuk tiga wasit yang lainnya berada di lapangan pendaratan. Mereka mempunyai tugas untuk mengawasi titik jatuh cakram serta mengukur jarak jatuh cakram dari titik lempar.

Atlet yang bermain tidak diperbolehkan keluar lingkaran sesudah berada dalam posisi siap dan sebelum ia menyelesaikan lemparannya atlet juga tidak boleh menginjak bagian luar lingkaran saat melakukan lemparan.

Dalam olahraga lempar cakram, memang kondisi fisik atau bentuk tubuh seseorang sangat menentukan. Seseorang dengan tubuh yang tinggi dan juga besar sudah pasti memiliki jangkauan yang lebih jauh jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki bentuk tubuh pendek.

Sebab, dengan tubuh yang pendek ketika tiba gilirannya tidak bisa melempar cakram dengan lebih jauh. Untuk itu, sebaiknya jika anda ingin menjadi atlet lempar cakram, sebaiknya anda memiliki tubuh yang tinggi dan besar. Supaya lemparan yang dilakukan bisa jauh dan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *